Sunday, January 9, 2022

Reksadana Adalah: Pengertian, Jenis, Keuntungan

 

Reksadana Adalah

Reksadana adalah alternatif investasi bagi masyarakat investor, terutama bagi investor kecil dan investor yang tidak memiliki banyak waktu dan pengalaman untuk menghitung risiko investasi. Reksadana dirancang sebagai sarana penghimpunan dana dari orang-orang yang memiliki modal dan mau berinvestasi, tetapi memiliki waktu dan pengetahuan yang terbatas. Reksadana juga diharapkan dapat meningkatkan peran investor lokal yang berinvestasi di pasar modal Indonesia. 


Reksadana umumnya didefinisikan sebagai wadah yang digunakan oleh manajer investasi untuk mengumpulkan dana dari komunitas investor untuk investasi lebih lanjut dalam portofolio mereka. Ada tiga hal yang berkaitan dengan definisi ini yaitu pertama, ketersediaan dana di komunitas investor. Kedua, dana tersebut diinvestasikan dalam portofolio efek, ketiga, dana tersebut dikelola oleh manajer investasi. 


Dengan demikian, dana dalam reksadana adalah reksadana milik investor dan manajer investasi adalah pihak yang dipercayakan untuk mengelola dana tersebut. Reksadana cocok bagi mereka yang masih bingung dalam mengelola dana.


Jenis - jenis Reksadana


Adapun jenis reksadana terbagi menjadi 4 yaitu:


1. Reksadana Pasar Uang (Money Market Fund)

Reksadana pasar uang merupakan reksadana yang berinvestasi pada produk investasi keuangan jangka pendek dengan jangka waktu kurang dari satu tahun. Risikonya relatif rendah dibandingkan dengan jenis reksadana lainnya.


Instrumen investasi dapat berupa certificate of deposit (sertifikat deposito), time deposit (deposito berjangka), Surat Berharga Pasar Uang (SBPU), Sertifikat Bank Indonesia (SBI), dan masih banyak jenis pasar keuangan jangka pendek lainnya. Tujuannya adalah untuk menjaga likuiditas dan mempertahankan modal. 


2. Reksadana Pendapatan Tetap (Fixed Income Fund)

Reksadana pendapatan tetap merupakan jenis reksadana yang menginvestasikan setidaknya 80% asetnya dalam bentuk surat utang atau obligasi. Tujuannya adalah untuk memberikan tingkat pengembalian yang stabil. Risikonya relatif tinggi dibandingkan reksadana pasar uang jangka pendek.


3. Reksadana Campuran (Balance Mutual Fund)

Reksa dana campuran merupakan jenis reksa dana yang menempatkan reksa dana dalam portofolio yang terdiversifikasi. Investasi bisa dalam bentuk saham dan bisa digabungkan dengan obligasi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan harga dan pendapatan. Reksa dana campuran cukup berisiko dan memiliki potensi untuk menghasilkan pengembalian yang relatif lebih tinggi daripada reksa dana pendapatan tetap namun risikonya juga lebih tinggi. 


4. Reksadana Saham (Equity Fund)

Reksadana saham / ekuitas merupakan jenis reksadana yang menginvestasikan lebih dari 80% asetnya dalam bentuk efek ekuitas. Tujuannya adalah agar harga saham atau unit naik dalam jangka panjang. Risikonya juga paling besar daripada jenis reksadana lainnya tetapi potensi pengembaliannya juga paling tinggi.


Keuntungan Berinvestasi di Reksadana

Berinvestasi dalam reksa dana menawarkan berbagai peluang pendapatan. Investor reksa dana dapat melakukan diversifikasi investasi mereka tanpa banyak modal. Misalnya, investor dengan dana terbatas mungkin memiliki portofolio obligasi, yang tidak mungkin dilakukan tanpa investor memiliki uang dalam jumlah besar. Beragam produk reksa dana bisa Anda beli di pasar reksadana bahkan ada yang menawarkan mulai dari Rp 10.000. 


Dari perusahaan yang menawarkan reksadana, akan terkumpul dana dengan skala besar melalui reksa dana untuk memungkinkan manajer investasi dalam melakukan diversifikasi produk investasi baik di pasar modal maupun pasar keuangan jangka pendek. Dengan kata lain, Anda bisa berinvestasi dalam berbagai produk investasi di reksadana, seperti saham, obligasi, dan deposito, sesuai dengan kebijakan untuk setiap jenis jenis pengelolaan reksa dana. 


Berkat reksa dana, investor biasa pun bisa menikmati manisnya keuntungan berinvestasi di pasar modal. Sama seperti berinvestasi di saham, memutuskan saham mana yang akan dibeli bukanlah tugas yang mudah. Ini membutuhkan pengetahuan dan keterampilan khusus yang tidak dimiliki semua investor. Saat berinvestasi di reksa dana, investor tidak perlu memantau kinerja investasinya. Hal ini karena manajer investasi dengan pengalaman pengelolaan dana yang luas akan menangani hal ini.


Alternatif Investasi, P2P Lending

Jika Anda merasa sistem investasi reksadana kurang cocok untuk Anda, mungkin Anda bisa mempertimbangkan Peer to Peer Lending dari Akseleran. Dana Anda akan digunakan untuk membantu mengembangkan UMKM dengan tingkat pengembalian bunga 12% hingga 16% per tahun yang tentunya sudah diawasi oleh OJK dan bisa dimulai dari Rp 100.000. 


No comments:

Post a Comment